Docker Engine 29.9.3 dirilis pada 3 November 2026 sebagai versi terbaru Docker, menurut catatan rilis resmi di docs.docker.com. Di sisi lain, STB bekas seperti HG680P yang sudah terpasang Armbian justru makin sering dipakai sebagai home server murah di Indonesia. Dua hal ini bertemu di satu titik, install Docker di STB Armbian adalah langkah pertama yang paling masuk akal sebelum kamu memasang layanan apa pun di STB itu.
Alasannya sederhana. Docker membungkus aplikasi jadi container yang terisolasi, jadi kamu bisa menjalankan AdGuard Home, Immich, atau Jellyfin di STB yang sama tanpa takut satu aplikasi merusak konfigurasi aplikasi lain. Kombinasi Docker Armbian ini memang didukung resmi, dokumentasi Armbian di docs.armbian.com menjelaskan bahwa Armbian Software memasang layanan sebagai container Docker yang dioptimasi untuk perangkat ARM, dengan dukungan penuh untuk arsitektur arm64. Artinya, install Docker di STB Armbian bukan eksperimen nekat, melainkan jalur yang memang didukung.
STB HG680P yang umum beredar memakai chip Amlogic S905X quad-core Cortex-A53 hingga 2,0 GHz, RAM 2 GB DDR3, dan penyimpanan eMMC 8 GB. Spesifikasi itu memang pas-pasan, tapi cukup untuk 3 sampai 5 container ringan yang berjalan bersamaan, asal kamu memilih image Docker yang tepat dan membatasi pemakaian memorinya. Tutorial ini memandu kamu install Docker di STB Armbian dari repository resmi Docker, memverifikasi instalasi dengan Docker hello-world, lalu mengoptimasi pemakaian RAM supaya Docker STB HG680P tetap stabil. Dengan kata lain, ini panduan lengkap mengubah STB bekas jadi server rumahan yang benar-benar bisa dipakai harian.
Sebelum mulai, pastikan tiga hal ini sudah beres. Pertama, STB kamu sudah menjalankan Armbian dan bisa diakses lewat SSH. Kalau STB kamu masih memakai firmware Android bawaan, instalasi Armbian harus dilakukan dulu. Kedua, STB terhubung ke internet, karena semua paket Docker diunduh dari repository Docker. Ketiga, sisakan ruang kosong minimal 2 GB di penyimpanan, karena Docker Engine beserta image Docker pertama butuh ruang itu. Cek dengan perintah berikut.
df -h / uname -m cat /etc/os-release | grep -E "^(ID|VERSION_CODENAME)="
Perintah uname -m harus menampilkan aarch64, yang berarti STB kamu berarsitektur arm64. Ini penting, karena image Docker yang kamu tarik nanti wajib mendukung linux/arm64. Kalau hasilnya armv7l, berarti Armbian kamu memakai arsitektur 32-bit dan sebagian image Docker modern tidak akan jalan. Sementara itu, baris ID dari os-release menunjukkan basis sistem kamu, debian atau ubuntu, dan itu menentukan alamat repository Docker yang dipakai di langkah berikutnya.
Catatan soal varian STB, tutorial install Docker di STB Armbian ini ditulis untuk HG680P, tapi langkahnya sama untuk B860H dan STB Amlogic S905X lain yang sudah menjalankan Armbian. Varian HG680P dengan RAM 1 GB tetap bisa mengikuti tutorial ini, tapi batasi container yang berjalan sampai maksimal dua atau tiga layanan ringan. Perbedaan utama HG680P dan B860H hanya pada detail hardware, perintah Docker-nya identik.
Selalu mulai dari sistem yang mutakhir. Repository yang kedaluwarsa adalah penyebab paling umum instalasi Docker gagal di tengah jalan. Jalankan pembaruan sistem, lalu pasang dua paket pendukung yang dibutuhkan untuk menambahkan repository Docker, ca-certificates dan curl.
sudo apt update sudo apt upgrade -y sudo apt install -y ca-certificates curl
Proses upgrade di STB HG680P bisa memakan waktu beberapa menit karena kecepatan eMMC yang terbatas, jadi biarkan sampai selesai. Kalau muncul pertanyaan soal konfigurasi paket selama upgrade, pilih opsi default dengan menekan Enter. Setelah selesai, lanjut ke penambahan repository resmi Docker.
Docker menyediakan repository resmi untuk Debian dan Ubuntu di download.docker.com. Karena Armbian berbasis salah satu dari keduanya, kamu cukup menyesuaikan nama distribusinya. Buat dulu folder keyrings, unduh kunci GPG Docker, lalu daftarkan repository-nya. Perintah di bawah ini memakai basis Debian, kalau os-release kamu menunjukkan ubuntu, ganti kata debian menjadi ubuntu di kedua tempat.
sudo install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings sudo curl -fsSL https://download.docker.com/linux/debian/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc sudo chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc echo "deb [arch=arm64 signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.asc] https://download.docker.com/linux/debian $(. /etc/os-release && echo "$VERSION_CODENAME") stable" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null sudo apt update
Perhatikan parameter arch=arm64 di baris repository. Tanpa parameter itu, apt di STB ARM bisa mencoba mengambil paket amd64 yang tidak cocok. Inilah kunci install Docker ARM64 yang benar, repository harus eksplisit meminta paket arm64. Kalau sudo apt update selesai tanpa error soal repository Docker, berarti langkah ini berhasil. Sebagai alternatif cepat, Docker juga menyediakan skrip instalasi otomatis di get.docker.com yang bisa dijalankan dengan curl -fsSL https://get.docker.com | sh. Cara itu praktis, tapi metode repository resmi di atas lebih transparan dan lebih mudah diperbarui, jadi tutorial ini memakai metode repository. Ada juga jalur armbian-config Docker lewat menu Software di sudo armbian-config, yang memasang Docker beserta layanan pendukungnya secara otomatis, tapi jalur itu tidak memberi kamu kontrol atas versi Docker yang terpasang.
Sekarang pasang Docker Engine beserta komponen pendukungnya. Satu perintah ini memasang Docker Engine, Docker CLI, containerd sebagai runtime container, plugin Buildx, dan plugin Docker Compose.
sudo apt install -y docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-buildx-plugin docker-compose-plugin
Paket containerd.io adalah runtime yang benar-benar menjalankan container di bawah Docker Engine, sementara plugin Docker Compose memungkinkan kamu menjalankan banyak container dari satu file konfigurasi. Setelah instalasi selesai, aktifkan layanan Docker supaya berjalan otomatis setiap STB menyala, lalu cek versinya.
sudo systemctl enable --now docker docker --version docker compose version
Pada awal November 2026, perintah docker --version di instalasi baru umumnya menampilkan Docker version 29.9.x, sejalan dengan rilis 29.9.3 pada 3 November 2026. Sebagai pembanding, proyek Docker di STB HG680P yang didokumentasikan GarapMedia pada Oktober 2026 masih memakai Docker 29.6.2, jadi angka versi yang kamu lihat bisa sedikit berbeda tergantung tanggal instalasi. Yang penting, versinya berada di seri 29, karena Docker 25.0 dijadwalkan berhenti mendapat dukungan keamanan pada 4 Desember 2026 menurut endoflife.date.
Docker hello-world adalah image Docker berukuran sangat kecil yang dibuat khusus untuk menguji instalasi. Perintah ini mengunduh image, membuat container Docker ARM dari image itu, lalu menampilkan pesan konfirmasi.
sudo docker run hello-world
Kalau instalasi kamu benar, output-nya menampilkan kalimat Hello from Docker! beserta penjelasan bahwa Docker Engine terpasang dengan benar. Tes Docker hello-world ini juga membuktikan dua hal sekaligus, STB kamu bisa menarik image Docker dari Docker Hub dan arsitektur arm64 terdeteksi dengan benar, sehingga container Docker ARM berjalan sebagaimana mestinya. Kalau perintah ini gagal dengan pesan soal arsitektur atau manifest, hampir pasti image yang ditarik tidak mendukung arm64, jadi periksa lagi hasil uname -m di awal tutorial.
Setelah tes berhasil, tambahkan user kamu ke grup docker supaya perintah docker bisa dijalankan tanpa sudo setiap kali. Ini langkah opsional tapi sangat memudahkan pemakaian sehari-hari.
sudo usermod -aG docker $USER newgrp docker docker ps
Perintah newgrp docker menerapkan keanggotaan grup baru tanpa perlu logout dari SSH. Perintah docker ps yang menampilkan daftar container kosong tanpa error berarti izin grup sudah benar. Ingat, user yang masuk grup docker secara teknis punya akses setara root ke daemon Docker, jadi hanya tambahkan user yang kamu percaya.
Docker Compose STB paling mudah dipahami lewat satu contoh nyata, yaitu Portainer. Portainer adalah dashboard web untuk mengelola container Docker lewat browser, dan image resminya mendukung arm64. Buat folder proyek, tulis file compose, lalu jalankan.
mkdir -p ~/portainer nano ~/portainer/docker-compose.yml
Isi file docker-compose.yml dengan konfigurasi berikut.
services:
portainer:
image: portainer/portainer-ce:latest
container_name: portainer
restart: unless-stopped
ports:
- "9000:9000"
volumes:
- /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock
- portainer_data:/data
volumes:
portainer_data:
Simpan file itu, lalu jalankan container dari dalam folder proyek.
cd ~/portainer docker compose up -d docker ps
Buka browser dan kunjungi http://IP-STB:9000 untuk membuka dashboard Portainer. Di sana kamu bisa melihat container yang berjalan, menghentikan container, dan menarik image Docker baru tanpa mengetik perintah panjang. Pola yang sama berlaku untuk layanan lain, satu folder, satu file compose, satu perintah docker compose up -d. Kalau kamu lebih suka dashboard yang lebih sederhana, CasaOS bisa dipasang dengan cara serupa dan sudah pernah dibahas di artikel live streaming YouTube memakai CasaOS di situs ini.
Bagian ini yang paling menentukan apakah Docker STB HG680P kamu stabil atau sering kehabisan memori. RAM 2 GB cepat penuh kalau container dibiarkan tanpa batas. Ada empat pengaturan yang sebaiknya langsung diterapkan setelah install Docker di STB Armbian.
Pertama, batasi log container. Secara default, log container Docker memakai driver json-file tanpa batas ukuran, dan log yang menumpuk bisa menghabiskan eMMC 8 GB yang sempit. Buat file /etc/docker/daemon.json dengan batas log berikut.
{
"log-driver": "json-file",
"log-opts": {
"max-size": "10m",
"max-file": "3"
}
}
Setelah menyimpan file itu, restart layanan Docker dengan sudo systemctl restart docker. Kedua, beri batas memori pada setiap container di file compose, misalnya mem_limit: 512m untuk layanan berat atau 256m untuk layanan ringan, supaya satu container yang bermasalah tidak menyedot seluruh RAM. Ketiga, pantau pemakaian dengan docker stats yang menampilkan CPU dan memori tiap container secara live. Keempat, bersihkan image dan container yang tidak terpakai secara berkala dengan docker system prune -a, tapi hati-hati karena perintah itu menghapus semua image yang tidak dipakai.
Kalau eMMC 8 GB terasa sempit, pindahkan data Docker ke flashdisk atau harddisk eksternal. Caranya, tambahkan "data-root": "/mnt/usb/docker" ke daemon.json, pindahkan isi /var/lib/docker ke lokasi baru, lalu restart Docker. Storage driver bawaan Docker, overlay2, tetap dipakai di lokasi baru, jadi performanya tidak berubah. Untuk STB yang dipakai sebagai server mini jangka panjang, langkah ini hampir wajib karena image Docker dan volume data bertambah terus.
Empat masalah ini paling sering muncul saat install Docker di STB Armbian. Pertama, error no matching manifest for linux/arm64 saat menarik image. Penyebabnya, image tersebut tidak menyediakan varian arm64, jadi container Docker ARM tidak bisa dibuat dari image itu. Solusinya, cari image alternatif yang mendukung arm64 atau bangun image sendiri dari Dockerfile. Selalu periksa daftar arsitektur di halaman Docker Hub sebelum memakai image baru, dan pastikan install Docker ARM64 di perangkat kamu memakai repository dengan parameter arch=arm64 seperti di langkah 2.
Kedua, Docker daemon tidak mau berjalan setelah instalasi. Cek statusnya dengan sudo systemctl status docker dan baca baris error-nya. Penyebab umum di Armbian adalah cgroup yang belum lengkap, karena Docker 29 sudah tidak lagi mendukung cgroup v1 dan membutuhkan cgroup v2. Pastikan kernel Armbian kamu cukup baru dan perintah docker info | grep -i cgroup menunjukkan cgroup v2. Masalah ini juga bisa muncul kalau Docker STB HG680P dipasang di image Armbian lama yang belum diperbarui, jadi pastikan sistem sudah di-upgrade di langkah 1.
Ketiga, error permission denied saat menjalankan perintah docker tanpa sudo. Itu berarti user kamu belum masuk grup docker atau sesi SSH belum diperbarui setelah usermod. Jalankan newgrp docker atau logout lalu login SSH lagi. Keempat, instalasi gagal karena ruang eMMC penuh. Jalankan df -h /, hapus paket dan cache yang tidak perlu dengan sudo apt autoremove && sudo apt clean, lalu ulangi instalasi. Kalau tetap sempit, pindahkan data-root Docker ke penyimpanan eksternal seperti dijelaskan di langkah 6.
Setelah install Docker di STB Armbian selesai, STB bekas kamu resmi berubah jadi STB Armbian home server. Docker Armbian yang sudah terpasang membuka pintu ke puluhan layanan self-hosted yang semuanya tinggal dijalankan sebagai container. Layanan pertama yang paling sejalan dengan artikel sebelumnya di situs ini adalah AdGuard Home untuk memblokir iklan dan tracker di seluruh jaringan rumah, panduan lengkapnya sudah ada di artikel cara install AdGuard Home di Armbian STB. Dari sana, kamu bisa lanjut ke layanan lain sesuai kebutuhan.
Untuk galeri foto pribadi, Immich adalah pilihan yang kuat dan panduan instalasinya dengan Docker Compose sudah dibahas di artikel cara install Immich di VPS di situs ini, perintah compose-nya sama persis di STB Armbian, hanya sesuaikan batas memorinya. Untuk media server, Jellyfin bisa memutar koleksi film dari harddisk eksternal yang dicolok ke STB. Untuk dashboard yang lebih ramah pemula, CasaOS menyatukan semua layanan itu dalam satu tampilan web, dan contoh pemakaiannya ada di artikel live streaming YouTube di STB HG680P pakai CasaOS.
Kuncinya, jangan memasang semuanya sekaligus. STB bekas jadi server tetap punya batas hardware, jadi pasang satu layanan, pantau dengan docker stats selama beberapa hari, dan tambahkan layanan berikutnya hanya kalau RAM masih longgar. Pola ini membuat STB Armbian home server kamu stabil dalam jangka panjang, bukan sekadar berhasil di hari instalasi.
Install Docker di STB Armbian adalah fondasi yang mengubah STB bekas seharga ratusan ribu rupiah menjadi home server yang berguna. Kombinasi Docker Armbian inilah yang membuat STB bekas jadi server sungguhan, bukan sekadar perangkat yang menyala tanpa fungsi. Mulai dari repository resmi Docker, verifikasi dengan Docker hello-world, jalankan container pertama lewat Docker Compose STB, dan kunci stabilitasnya dengan batas log, batas memori, dan pemantauan rutin. Dengan Docker 29.9.3 sebagai versi terbaru per 3 November 2026, instalasi yang kamu lakukan hari ini masih didukung pembaruan keamanan untuk waktu yang lama.
Kalau tutorial ini berhasil di STB kamu, langkah berikutnya yang paling masuk akal adalah memasang AdGuard Home sebagai layanan pertama, karena langsung terasa manfaatnya di semua perangkat rumah. Setelah itu, STB Armbian home server kamu tinggal dikembangkan satu container demi satu container, sesuai kebutuhan rumah kamu.
Bisa, tapi terbatas. Docker Engine sendiri hanya memakai sekitar 100 sampai 200 MB RAM saat idle, jadi STB RAM 1 GB masih bisa menjalankan satu atau dua container ringan seperti AdGuard Home. Hindari menjalankan Portainer, Immich, dan Jellyfin bersamaan di varian 1 GB, dan pastikan install Docker ARM64 memakai repository resmi seperti di tutorial ini supaya tidak ada paket amd64 yang nyasar.
Tidak. Docker hanya menambah paket dan layanan di atas Armbian, sistem operasi dan konfigurasi kamu tetap utuh. Yang berubah hanyalah tambahan layanan systemd bernama docker dan folder data di /var/lib/docker.
Karena Docker dipasang dari repository resmi, update dilakukan seperti paket lain, jalankan sudo apt update && sudo apt upgrade -y. Versi baru Docker Engine akan ikut terpasang, lalu restart layanan dengan sudo systemctl restart docker.
Bisa. Perintah sudo armbian-config membuka menu Software yang menyediakan instalasi Docker beserta layanan pendukungnya, sesuai dokumentasi Armbian Software di docs.armbian.com. Jalur armbian-config Docker ini lebih cepat karena tidak perlu menambahkan repository manual, tapi metode repository resmi di tutorial ini memberi kamu kontrol penuh atas versi Docker yang terpasang. Kalau kamu memilih jalur armbian-config Docker, tetap lanjutkan ke langkah 4 dan 5 untuk verifikasi dan optimasi.
Penyebab paling umum adalah image yang tidak mendukung arsitektur arm64. Cek dengan docker image inspect nama-image --format '{{.Architecture}}', hasilnya harus arm64. Kalau hasilnya amd64, cari image lain yang menyediakan varian ARM.