Foto di HP kamu mungkin sudah puluhan ribu, dan langganan cloud makin lama makin terasa. Immich hadir sebagai jawabannya, sebuah galeri foto pribadi open source yang bisa kamu jalankan sendiri di server sebagai pengganti Google Photos yang kamu kendalikan penuh. Proyek ini melesat sepanjang 2026, dan pada 4 November 2026 pencatat open source appsgit mencatat Immich sudah mengumpulkan 118.189 bintang di GitHub. Artikel ini memandu kamu install Immich di VPS sampai bisa dipakai backup foto otomatis dari HP, lengkap dengan HTTPS dan tips backup yang aman.
Immich adalah aplikasi galeri foto dan video self hosted yang tampilannya mirip Google Photos, tapi seluruh datanya tersimpan di server milikmu sendiri. Aplikasi ini gratis dan berlisensi AGPL-3.0, tanpa tingkatan berbayar yang mengunci fitur. Semua kemampuan intinya terbuka untuk semua pengguna, mulai dari backup otomatis sampai pencarian foto berbasis AI.
Yang membuat Immich meledak pada 2026 adalah versi 3.0.0 yang rilis pada 1 Juli 2026. Menurut ulasan Contabo yang terbit Juli 2026, rilis besar ini membawa alur kerja otomatisasi, transcoding video real-time, editing foto non-destruktif di HP, dan alat pelaporan integritas yang membandingkan checksum file dengan database. Artinya, kamu bisa memeriksa apakah arsip fotomu masih utuh setelah migrasi.
Perkembangannya tidak berhenti di sana. Panduan Tech-Insider yang diperbarui awal November 2026 mencatat Immich v3.3.5 rilis pada 21 Oktober 2026, dengan Search v2 yang hadir di v3.2.0 pada September 2026 serta fitur berbagi ke orang tertentu dan kenangan ulang tahun di v3.3.0 pada 7 Oktober 2026. Ritme rilis secepat ini penting, karena proyek yang aktif berarti bug keamanan cepat ditambal.
Sebagai pengganti Google Photos, Immich menawarkan paket yang lengkap. Ada aplikasi Android dan iOS resmi dengan backup latar belakang, pengenalan wajah yang berjalan di servermu sendiri, pencarian foto dengan bahasa natural seperti “anjing di pantai”, tampilan peta, album bersama, dan dukungan file RAW. Foto-fotomu tidak dianalisis oleh perusahaan cloud mana pun, karena semua pemrosesan machine learning terjadi di dalam instalasi Immich milikmu.
Sebelum install Immich di VPS, pastikan servermu memenuhi syarat minimum dari dokumentasi resmi. Immich membutuhkan minimal 2 core CPU dan RAM 6 GB, sementara rekomendasi nyamannya adalah 4 core CPU dan RAM 8 GB. Spesifikasi ini penting karena Immich menjalankan empat container sekaligus, yaitu server utama, layanan machine learning, database PostgreSQL, dan Valkey sebagai cache.
Untuk sistem operasi, Ubuntu Server atau Debian adalah pilihan paling aman karena dokumentasinya paling lengkap. Kamu juga membutuhkan Docker Engine versi 25 atau lebih baru beserta plugin Docker Compose, karena file Compose resmi Immich memakai sintaks baru dan perintah docker compose tanpa tanda hubung. Jangan memakai paket Docker lama dari repositori distro yang sudah usang, karena perintahnya bisa gagal.
Soal penyimpanan, siapkan ruang sebesar ukuran koleksi fotomu ditambah cadangan 10 sampai 20 persen untuk thumbnail dan video hasil transcoding. Data database wajib berada di SSD lokal, bukan di network share, karena dokumentasi Immich menegaskan penyimpanan database lewat jaringan pernah menyebabkan korupsi data. Untuk akses dari HP, siapkan juga satu subdomain, misalnya foto.domainkamu.com, yang diarahkan ke VPS.
Mulailah dari VPS Ubuntu yang sudah diamankan, dengan login SSH memakai kunci dan firewall aktif. Kalau kamu belum mengamankan servermu, baca dulu panduan kami tentang cara mengamankan VPS Ubuntu baru sebelum melanjutkan, karena Immich akan menyimpan data pribadimu.
Install Docker dari repositori resmi Docker, bukan dari paket distro, supaya kamu mendapat Docker Engine 25 atau lebih baru. Perintah resminya adalah curl -fsSL https://get.docker.com | sh, lalu tambahkan usermu ke grup docker dengan sudo usermod -aG docker $USER dan login ulang. Periksa hasilnya dengan docker --version dan docker compose version. Kalau perintah kedua gagal padahal perintah docker-compose lama berhasil, berarti kamu masih memakai perkakas lawas yang harus diganti plugin Compose.
Install Immich di VPS paling aman memakai file resmi dari rilis proyek, bukan salinan dari blog pihak ketiga yang bisa sudah usang. Buat direktori proyek, lalu unduh file Compose dan contoh file environment langsung dari halaman rilis Immich:
mkdir -p ~/immich-app && cd ~/immich-app wget -O docker-compose.yml https://github.com/immich-app/immich/releases/latest/download/docker-compose.yml wget -O .env https://github.com/immich-app/immich/releases/latest/download/example.env
File Compose ini mendefinisikan empat layanan, yaitu immich-server sebagai antarmuka web dan API, immich-machine-learning untuk pengenalan wajah dan pencarian foto, database PostgreSQL dengan ekstensi VectorChord untuk pencarian kemiripan, dan Valkey untuk antrean tugas. Server Immich mendengarkan di port 2283, dan port ini nantinya tidak boleh dibuka langsung ke internet.
Buka file .env dan isi empat variabel yang paling penting. UPLOAD_LOCATION adalah folder tempat semua foto dan video asli tersimpan, jadi arahkan ke volume khusus, bukan ke disk sistem. DB_DATA_LOCATION adalah folder data PostgreSQL yang wajib berada di SSD lokal. DB_PASSWORD harus kata sandi acak yang panjang, bisa kamu buat dengan openssl rand -base64 32, dan jangan pernah memakai ulang kata sandi dari layanan lain.
Terakhir, perhatikan IMMICH_VERSION. Nilai release mengikuti rilis stabil terbaru, sementara mematok versi spesifik seperti v3.3.5 membuat upgrade lebih terkendali. Untuk instalasi pertama, memakai release boleh saja, tapi catat versi yang terpasang supaya kamu tahu kapan waktunya upgrade. Atur juga zona waktu dengan variabel TZ, misalnya Asia/Jakarta, agar stempel waktu foto dan jadwal tugas sesuai dengan waktumu.
Dari direktori proyek, jalankan docker compose up -d dan tunggu semua container berstatus sehat. Pada start pertama, container machine learning akan mengunduh model AI dan membangun cache, jadi beban CPU dan RAM sempat melonjak. Lonjakan ini normal dan akan mereda setelah proses awal selesai, terutama pada VPS 8 GB.
Setelah itu, buka http://IP-VPS-kamu:2283 dari browser untuk membuat akun admin pertama. Akun pertama yang dibuat otomatis menjadi admin, jadi segera buat akun ini sebelum orang lain mengakses servermu. Dari halaman admin, kamu bisa mengatur registrasi pengguna, kuota penyimpanan, dan apakah pendaftaran publik diizinkan. Untuk galeri foto pribadi, matikan pendaftaran publik supaya hanya akun yang kamu undang yang bisa masuk.
Jangan biarkan port 2283 terbuka ke internet. Tutup port itu di firewall dan letakkan Immich di belakang reverse proxy seperti Caddy atau Nginx dengan sertifikat HTTPS yang valid. Alasannya praktis, aplikasi HP Immich membutuhkan koneksi HTTPS agar backup foto otomatis dan notifikasi berjalan dengan benar, dan login tanpa enkripsi akan mengirim kredensialmu secara terbuka.
Dengan Caddy, konfigurasinya singkat karena sertifikat TLS diterbitkan otomatis dari Let’s Encrypt begitu domainmu mengarah ke VPS. Arahkan subdomain foto.domainkamu.com ke Immich di port 2283 lewat reverse proxy, lalu uji dengan membuka subdomain tersebut di browser. Kalau halaman login Immich tampil dengan gembok HTTPS, berarti instalasi Immich di VPS sudah siap dipakai dari mana saja.
Install aplikasi Immich dari Play Store atau App Store, lalu masukkan alamat servermu dan akun yang sudah dibuat. Di pengaturan backup, pilih album mana saja yang ikut dicadangkan, dan aktifkan backup latar belakang. Sejak Immich 3.0, backup latar belakang di Android jauh lebih andal karena penjadwal tugasnya mampu bertahan dari mode hemat baterai Doze, masalah yang dulu sering dikeluhkan pengguna.
Setelah backup pertama selesai, uji fitur yang membuat Immich terasa seperti Google Photos. Coba pencarian foto dengan kalimat natural, buka tampilan peta untuk melihat foto berdasarkan lokasi, dan buat album bersama untuk dibagikan ke keluarga. Aktifkan juga fitur Memories supaya foto-foto lama muncul kembali sebagai kenangan, persis seperti yang biasa kamu temui di aplikasi galeri komersial.
Sebagai pengganti Google Photos, kelebihan terbesar Immich adalah kontrol penuh dan biaya nol untuk aplikasinya. Kamu tidak membayar langganan bulanan ke penyedia cloud, fitur AI seperti pengenalan wajah dan pencarian foto berjalan di server sendiri, dan tidak ada fitur yang dikunci di balik paywall. Sebagai galeri foto pribadi, Immich juga fleksibel, karena kamu bisa menambah pengguna keluarga, mengatur album bersama, dan memindahkan server kapan saja tanpa kehilangan data.
Kekurangannya adalah tanggung jawab penuh berpindah ke kamu. Tidak ada tim dukungan yang menjamin uptime, tidak ada redundansi geografis otomatis, dan upgrade yang gagal sesekali terjadi, terutama pada instalasi lama yang banyak dikustomisasi. Immich sendiri menegaskan hal ini sejak catatan rilis v2.0.0 pada Oktober 2025, bahwa strategi backup 3-2-1 tetap krusial dan tidak ada jaminan hard disk tidak akan rusak. Selain itu, total biaya self hosted belum tentu lebih murah dari langganan Google One begitu kamu menghitung server, listrik, penyimpanan offsite, dan waktumu sendiri.
Immich adalah galeri, bukan backup. Aturan 3-2-1 berarti tiga salinan data, di dua jenis media berbeda, dengan satu salinan di luar lokasi. Salinan pertama adalah folder UPLOAD_LOCATION di VPS, salinan kedua bisa berupa hard disk eksternal di rumah, dan salinan ketiga berupa penyimpanan objek offsite yang terenkripsi.
Jadwalkan juga backup database PostgreSQL secara terpisah, karena tanpa database, foto-fotomu hanya menjadi file tanpa album, wajah, dan metadata. Uji restore secara berkala, sebab backup yang belum pernah diuji hanyalah harapan, bukan jaminan. Kebiasaan sederhana ini yang membedakan arsip foto keluarga yang bertahan puluhan tahun dengan koleksi yang hilang karena satu disk rusak.
Install Immich di VPS dengan Docker Compose adalah cara paling praktis untuk memiliki galeri foto pribadi self hosted yang setara Google Photos tanpa menyerahkan foto-fotomu ke cloud pihak ketiga. Dengan VPS 2 core dan RAM 6 GB sebagai minimum, empat container resmi, reverse proxy ber-HTTPS, dan backup foto otomatis dari HP, kamu sudah punya sistem yang siap dipakai keluarga. Lengkapi dengan backup 3-2-1, dan arsip fotomu aman di tanganmu sendiri.
Ya, Immich gratis dan open source di bawah lisensi AGPL-3.0, tanpa fitur yang dikunci untuk pengguna berbayar. Yang kamu bayar hanyalah server, domain, dan penyimpanan offsite bila kamu memakainya.
Dokumentasi resmi menyebut RAM 6 GB sebagai minimum dan 8 GB sebagai rekomendasi, dengan CPU 2 core minimum dan 4 core direkomendasikan. Dengan RAM 4 GB, Immich masih bisa berjalan bila container machine learning dimatikan, tapi kamu kehilangan pengenalan wajah dan pencarian foto.
Untuk kebutuhan sehari-hari, ya, karena backup otomatis, pengenalan wajah, pencarian foto, album bersama, dan tampilan peta sudah tersedia. Yang tidak kamu dapatkan adalah jaminan uptime perusahaan, redundansi otomatis, dan dukungan pelanggan, jadi disiplin backup 3-2-1 menjadi kewajibanmu.
Ya, selama kamu menjalankan Immich di server sendiri, semua pemrosesan machine learning terjadi di dalam instalasimu. Tidak ada foto yang dikirim ke perusahaan cloud untuk dianalisis.