POCO X8 resmi diperkenalkan di Indonesia pada akhir Oktober 2026 dan mulai dijual pada 3 November 2026 dengan harga resmi Rp5.699.000. Ponsel ini hadir dalam satu varian saja, RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, dengan tiga pilihan warna: Black, Frost White, dan Fiery Orange. Di atas kertas, daya tariknya langsung terlihat: baterai silicon-carbon 8.340 mAh, layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1.5K, dan sertifikasi ketahanan IP69K yang biasanya baru ada di ponsel jauh lebih mahal. Tapi ada satu hal yang membuat review POCO X8 ini menarik: chipsetnya justru jadi bahan perdebatan para reviewer. Artikel ini merangkum hasil pengujian Gadgets360, Tecnoblog, dan kanal YouTube Oficina da Net, jadi kamu bisa menilai sendiri apakah ponsel ini layak dibeli di harganya.
Sebelum masuk ke pembahasan, berikut ringkasan spesifikasi POCO X8 versi Indonesia berdasarkan halaman resmi POCO dan GSMArena. Bila ada perbedaan angka di antara kedua sumber, angka dari situs resmi POCO yang dipakai di artikel ini.
| Layar | 6,83 inci AMOLED, 1.5K (2772 x 1280), 120Hz, kecerahan puncak 3.500 nits, Corning Gorilla Glass Victus 2 |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 6s Gen 4 (4 nm), octa-core hingga 2,4 GHz, GPU Adreno 710 |
| RAM dan penyimpanan | 8 GB LPDDR4X + 256 GB UFS 3.1 (satu-satunya varian di Indonesia) |
| Kamera belakang | 50 MP (f/1.8, OIS) + 2 MP depth, video maksimal 1080p 30 fps |
| Kamera depan | 16 MP (f/2.4), video 1080p 30 fps |
| Baterai | 8.340 mAh silicon-carbon, 67W HyperCharge, reverse charging kabel 22,5W |
| Ketahanan | IP66, IP68, IP69, dan IP69K; tahan jatuh hingga 3 meter menurut GSMArena |
| Sistem operasi | Android 16 dengan HyperOS 3 |
| Fitur lain | Fingerprint di dalam layar, NFC, IR blaster, speaker stereo Dolby Atmos, tanpa jack audio 3,5 mm |
| Dimensi dan bobot | 163,45 x 78,27 x 8,6 mm; 223 gram |
| Warna | Black, Frost White, Fiery Orange |
| Harga resmi Indonesia | Rp5.699.000 (8 GB/256 GB) |
Catatan soal baterai: GSMArena mencatat ada dua versi POCO X8 di pasar global, 8.340 mAh dan 9.000 mAh. Versi yang dijual resmi di Indonesia adalah 8.340 mAh. Sebagian hasil pengujian baterai yang dikutip di artikel ini berasal dari unit varian 9.000 mAh di India, dan itu disebutkan secara eksplisit di bagiannya masing-masing.
POCO X8 adalah ponsel besar. Layarnya 6,83 inci dengan bodi setebal 8,6 mm dan bobot 223 gram, sekitar 20 gram lebih berat dari ponsel seukuran ini pada umumnya. Bobot itu harga yang harus dibayar untuk baterai jumbo di dalamnya, dan menurut ulasan Gadgets360 (4 November 2026), dimensinya masih bisa diterima untuk harga segini.
Bagian belakangnya paling menarik perhatian. Panel belakang yang datar dibagi menjadi tiga bagian: sepertiga atas polos mengilap, sudut kiri bawah bermotif titik-titik seperti jaring, dan satu sisi bergaris vertikal. Polanya hanya visual, permukaannya tetap rata saat disentuh. Gadgets360 menyebut dalam review POCO X8 mereka bahwa pilihan desain ini cukup memecah pendapat, tapi warna Fiery Orange yang mereka uji justru terlihat kalem dan premium, bukan oranye menyala. Modul kameranya berbentuk persegi panjang di sudut kiri atas, warnanya senada dengan frame tengah yang berwarna keemasan.
Bahan bodinya campuran: kaca depan Gorilla Glass Victus 2, sementara punggung dan frame memakai plastik. Ini salah satu kompromi yang dicatat Tecnoblog dalam pengujian 15 harinya. Meski begitu, frame yang datar terasa kokoh dan tombol power serta volume mudah dijangkau.
Layarnya adalah salah satu nilai jual utama ponsel ini. Panel AMOLED 6,83 inci beresolusi 1.5K (2772 x 1280) dengan refresh rate hingga 120Hz dan kecerahan puncak 3.500 nits. Di atas kertas ini spesifikasi layar yang biasanya baru ditemui di ponsel yang jauh lebih mahal. Namun Gadgets360 mencatat dua hal: refresh rate 120Hz hanya terbuka penuh pada tugas tertentu seperti bermain gim, sementara pemakaian harian sering terkunci di 60Hz atau lebih rendah, dan layarnya cenderung bernuansa kuning hangat meski mode malam sudah dimatikan. Untuk menonton, warna hitamnya tetap pekat dan gambarnya tajam, jadi pengalaman menonton film dan serial tetap menyenangkan. Layar ini juga sudah mendukung 3840Hz PWM dimming dan sertifikasi cahaya biru rendah dari TÜV Rheinland.
Di sinilah review POCO X8 mulai terbelah. POCO membekali ponsel ini dengan Snapdragon 6s Gen 4 berfabrikasi 4 nm, dengan CPU octa-core hingga 2,4 GHz dan GPU Adreno 710. Menurut pengujian kanal YouTube Oficina da Net (6 November 2026) dalam review POCO X8 mereka, chipset ini pada dasarnya adalah Snapdragon 6 Gen 1 dari 2022 yang sedikit ditingkatkan. Itu menjelaskan kenapa performanya terasa biasa saja untuk seri X yang biasanya dikenal galak.
Angka benchmark dari pengujian Gadgets360: skor AnTuTu v10/11 sebesar 936.842, nyaris sama dengan klaim POCO sendiri yang menyebut hingga 946.548. Geekbench 6 mencatat 1.019 untuk single-core dan 2.981 untuk multi-core. Sebagai pembanding, OnePlus Nord CE 6 yang diuji di artikel yang sama mencetak AnTuTu 1.156.283. Artinya, secara angka mentah POCO X8 tertinggal dari kompetitor sekelasnya.
Tapi angka bukan segalanya. Gadgets360 menegaskan tidak ada lag atau tersendat saat bernavigasi di antarmuka, membuka banyak aplikasi sekaligus terasa ringan, dan waktu cold boot hanya sekitar 10 sampai 15 detik. Untuk pemakaian harian seperti media sosial, peta, dan merekam video 1080p, semuanya berjalan mulus. Ponsel ini memang sedikit hangat saat dipakai di luar ruangan untuk tugas berat secara bersamaan, tapi di ruangan ber-AC tidak ada masalah suhu.
Untuk bermain gim, hasilnya tergantung judulnya. Pengujian gim kanal YouTube Oficina da Net menunjukkan Asphalt Legends Unite berjalan di 60 fps dengan stabilitas 100 persen, dan Call of Duty Mobile di 60 fps dengan stabilitas 97 persen. Genshin Impact hanya mencapai rata-rata sekitar 31 fps, sementara CarX Street jatuh ke 19 fps dan tidak nyaman dimainkan. Gadgets360 menambahkan bahwa Call of Duty Mobile dan BGMI berjalan di pengaturan grafis menengah dengan sedikit frame drop yang nyaris tidak terasa. Kesimpulannya: gim ringan dan menengah aman, gim berat masih bisa dimainkan tapi jangan berharap rata kanan.
POCO X8 menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3. Pengalaman sistemnya terasa mulus dan sudah dibekali fitur AI seperti Circle to Search, Google Gemini, AI Erase, dan AI Image Expansion. Kekurangan yang sudah jadi ciri khas ponsel Xiaomi di kelas ini adalah bloatware yang ikut terpasang, seperti dicatat Gadgets360.
Kamera POCO X8 terdiri dari kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan OIS, ditemani sensor depth 2 MP. Tidak ada kamera ultrawide, dan itu sudah jadi kekurangan pertama yang mudah terlihat. Kamera depan 16 MP dengan bukaan f/2.4.
Hasil foto dari pengujian Gadgets360 dalam review POCO X8 mereka terbilang tidak konsisten. Di siang hari dengan cahaya matahari langsung, kamera utama menghasilkan foto yang kaya detail dan tajam. Masalah muncul saat memotret objek dengan banyak gradasi warna yang sama, misalnya pepohonan, di mana foto mulai terlihat ber-noise. Membaca teks dari papan digital dari kejauhan juga kurang bagus karena hurufnya terlihat lembek.
Foto malam hari lebih bermasalah. Mode komputasionalnya cenderung mengekspos foto secara berlebihan sehingga saturasi warnanya rusak dan foto terlihat hampir monokrom dalam kondisi tertentu. Penanganan flare cahaya juga kurang rapi. Kabar baiknya ada di kamera depan: kamera selfie 16 MP menangkap detail yang cukup baik di siang maupun malam hari, dengan warna kulit yang akurat meski ada sedikit pemrosesan tambahan. Untuk kebutuhan foto media sosial, hasilnya masih layak.
Satu batasan teknis yang perlu kamu ketahui: perekaman video maksimal hanya 1080p 30 fps, baik kamera belakang maupun depan. Tidak ada perekaman 4K di ponsel ini. Bagi kamu yang sering merekam video untuk konten, ini kekurangan yang cukup terasa di harga 5 jutaan. Sebagai perbandingan, mode Underwater tersedia sebagai fitur kamera, nyambung dengan sertifikasi ketahanan airnya.
Baterai adalah alasan utama membeli POCO X8. Kapasitasnya 8.340 mAh dengan teknologi silicon-carbon, jauh di atas standar industri yang masih berkutat di 5.000 sampai 5.500 mAh. POCO mengklaim daya tahannya bisa melewati dua hari pemakaian normal, dan klaim itu sejalan dengan hasil pengujian para reviewer.
Pengujian Gadgets360 pada varian 9.000 mAh di India mencatat sekitar 9 jam screen-on time dan hasil uji PCMark Battery Life lebih dari 24 jam. Sekali lagi, itu varian 9.000 mAh, jadi unit Indonesia dengan 8.340 mAh kemungkinan sedikit di bawah angka itu, tapi tetap jauh di atas rata-rata kelasnya. Tecnoblog, yang menguji ponsel ini selama 15 hari dalam review POCO X8 mereka, juga menempatkan baterai sebagai keunggulan terbesarnya.
Pengisian dayanya 67W HyperCharge. Dalam pengujian Gadgets360, baterai terisi 43 persen dalam 30 menit dan 76 persen dalam satu jam, lalu penuh dalam waktu sekitar 1 jam 31 menit. Angka ini sedikit lebih lambat dari yang diharapkan untuk charger 67W, tapi masih jauh lebih cepat dibanding pesaing dengan baterai jumbo yang biasanya hanya membawa charger 44W. Ada juga fitur reverse charging kabel 22,5W, jadi ponsel ini bisa dipakai mengisi perangkat lain seperti TWS atau ponsel kedua.
Satu hal penting soal isi kotak: menurut halaman spesifikasi resmi POCO, tidak ada adaptor charger di dalam kotak penjualan. Yang ada hanya ponsel, kabel USB-C, alat pelepas SIM, dan casing pelindung. POCO merekomendasikan charger 67W yang mendukung PD, jadi kamu perlu menyiapkan charger sendiri bila belum punya. Kalau kamu membandingkan dengan ponsel lain yang baterainya juga jumbo, ada ulasan kami soal Redmi Note 17 Pro Max 5G yang membawa baterai 10.000 mAh dan bisa jadi pembanding sebelum memutuskan.
Bagian ini membuat review POCO X8 terasa istimewa di kelas 5 jutaan. Ponsel ini mengantongi sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K, yang berarti tahan terhadap debu, rendaman air, sampai semprotan air bertekanan dan bersuhu tinggi. GSMArena juga mencatat ketahanan jatuh hingga 3 meter. Sertifikasi seperti ini biasanya baru ditemui di ponsel rugged atau flagship yang jauh lebih mahal.
Fitur pendukungnya lengkap untuk kelasnya: fingerprint optik di dalam layar, NFC, IR blaster untuk mengendalikan perangkat elektronik rumah, dan speaker stereo ganda dengan Dolby Atmos serta dukungan Hi-Res Audio. Kekurangannya, tidak ada jack audio 3,5 mm, jadi kamu perlu earphone Bluetooth atau adaptor USB-C.
POCO juga menyertakan bonus masa penjualan perdana berupa langganan YouTube Premium selama dua bulan dan Google One 100 GB selama tiga bulan, menurut laporan detikINET saat peluncuran. Bonus seperti ini lumayan untuk menutup biaya langganan di awal pemakaian.
POCO X8 adalah ponsel dengan prioritas yang jelas: baterai dan ketahanan di atas segalanya. Baterai 8.340 mAh, layar AMOLED 1.5K yang besar dan terang, serta sertifikasi IP69K adalah kombinasi yang sulit dicari di harga Rp5.699.000. Kalau kamu mencari ponsel yang bisa dipakai dua hari tanpa mencari colokan, sering beraktivitas di luar ruangan, atau sekadar ingin ponsel yang tidak mudah rusak karena air dan jatuh, POCO X8 adalah pilihan yang masuk akal.
Di sisi lain, ponsel ini bukan untuk semua orang. Kalau prioritas kamu adalah performa gim berat atau kualitas kamera untuk konten, ada kompromi yang terasa. Chipsetnya kalah dari kompetitor sekelas, kameranya tidak konsisten di malam hari, dan video mentok di 1080p. Gadgets360 sendiri menyimpulkan ponsel ini layak untuk kebanyakan orang, tapi sulit direkomendasikan bagi yang mengincar kamera atau performa gim kelas atas. Bila itu yang kamu cari, saudara kandungnya POCO X8 Pro membawa chipset Dimensity 8500 dan pengisian 100W, meski baterainya lebih kecil di 6.500 mAh.
Jadi, review POCO X8 ini bisa diringkas begini: beli bila kamu mengutamakan daya tahan baterai, layar besar, dan bodi yang bandel di harga 5 jutaan. Lewati bila kamu butuh performa gim maksimal atau kamera yang bisa diandalkan di segala kondisi.
POCO X8 dijual resmi di Indonesia mulai 3 November 2026 pukul 10.00 WIB melalui mi.com dan kanal resmi POCO di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, Lazada, dan Akulaku. Harga resminya Rp5.699.000 untuk varian 8 GB/256 GB. Kamu bisa membelinya di Xiaomi Official Store di Shopee. Pastikan membeli dari toko resmi agar garansi resmi Indonesia berlaku.
Harga resmi POCO X8 di Indonesia adalah Rp5.699.000 untuk satu-satunya varian yang dijual, RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Penjualan perdana dimulai 3 November 2026.
Ya, POCO X8 mengantongi sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K, sehingga tahan debu, rendaman air, dan semprotan air bertekanan tinggi. GSMArena juga mencatat ketahanan jatuh hingga 3 meter. Meski begitu, POCO tidak menyarankan menguji sendiri ketahanan airnya, dan garansi tidak menanggung kerusakan akibat cairan di luar kondisi pengujian.
Tidak. Menurut halaman spesifikasi resmi POCO, kotak penjualan berisi ponsel, kabel USB-C, alat pelepas SIM, dan casing pelindung, tanpa adaptor charger. POCO merekomendasikan charger 67W yang mendukung PD.
Cukup untuk gim ringan dan menengah. Pengujian kanal YouTube Oficina da Net menunjukkan Asphalt Legends Unite dan Call of Duty Mobile berjalan stabil di 60 fps, tapi Genshin Impact hanya sekitar 31 fps dan CarX Street 19 fps. Gim berat masih bisa dimainkan, tapi bukan di pengaturan tertinggi.