STB bekas yang dulu hanya dipakai menonton TV ternyata bisa berubah menjadi penjaga internet satu rumah. Dengan memasang AdGuard Home STB Armbian, kamu bisa memblokir iklan dan tracker di semua perangkat yang terhubung ke WiFi, tanpa memasang aplikasi tambahan di tiap HP, laptop, atau smart TV. Kabar baiknya lagi, AdGuard merilis AdGuard Home v1.0 beta pada 2 Oktober 2026 dengan antarmuka yang dimodernisasi, seperti dilaporkan situs resmi AdGuard, sehingga momen ini pas untuk membangun server DNS rumahan dari perangkat yang sudah kamu miliki.
Artikel ini memandu kamu langkah demi langkah, mulai dari menyiapkan STB Armbian HG680P atau B860H, membebaskan port 53, memasang AdGuard Home, sampai mengarahkan router agar seluruh rumah terlindungi. Sebagai DNS server rumahan, AdGuard Home di STB ini juga memberi kamu kendali penuh atas privasi jaringan rumah, karena semua query DNS diproses di perangkat kamu sendiri, bukan di server pihak ketiga. Panduan ini ditulis untuk pemula homelab yang sudah punya STB Armbian berjalan, dan semua perintahnya bisa kamu salin langsung ke terminal.
AdGuard Home adalah server DNS yang bekerja sebagai filter di tingkat jaringan. Setiap kali perangkat meminta alamat sebuah situs, permintaan itu melewati AdGuard Home dulu. Kalau alamat tersebut ada di daftar blokir, misalnya domain iklan atau tracker, permintaan itu tidak diteruskan sehingga iklannya tidak pernah dimuat. Cara kerja ini disebut DNS sinkhole, dan kelebihannya jelas, satu server melindungi semua perangkat sekaligus.
STB Armbian cocok untuk tugas ini karena tiga alasan. Pertama, STB bekas seperti HG680P dan B860H harganya murah dan sudah banyak beredar di Indonesia. Kedua, AdGuard Home sangat hemat sumber daya, hanya butuh puluhan MB RAM sehingga tidak membebani STB. Ketiga, STB menyala terus-menerus di dekat router, persis seperti yang dibutuhkan sebuah server DNS rumahan. Dibanding membeli perangkat baru, memakai STB Armbian yang menganggur jelas lebih hemat dan lebih ramah lingkungan.
Sebagai gambaran perbandingan, situs WunderTech dalam artikel perbandingan AdGuard Home vs Pi-hole yang diperbarui pada 2026 mencatat bahwa AdGuard Home unggul karena dukungan DNS terenkripsi bawaan seperti DoH, DoT, dan DoQ, plus aturan per perangkat yang lebih mudah diatur. Pi-hole tetap bagus, tapi untuk STB Armbian yang sumber dayanya terbatas, instalasi AdGuard Home yang berupa satu binary terasa lebih ringan dan lebih mudah dirawat.
Sebelum instalasi, pastikan STB Armbian kamu sudah bisa diakses lewat SSH dan terhubung ke jaringan dengan kabel LAN. Koneksi kabel lebih stabil dibanding WiFi untuk server DNS, karena kalau WiFi putus, seluruh rumah ikut kehilangan akses DNS. Catat juga alamat IP STB kamu, misalnya 192.168.1.50, karena alamat ini nanti dimasukkan ke pengaturan router.
Server DNS wajib punya IP yang tidak berubah-ubah. Cara paling mudah adalah mengatur DHCP reservation di router, yaitu mengikat alamat MAC STB ke satu IP tertentu. Kalau router kamu tidak menyediakan fitur itu, atur IP statis langsung di STB Armbian lewat armbian-config atau file Netplan, tergantung image yang kamu pakai. Setelah itu, perbarui dulu sistemnya dengan perintah berikut:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
Sambil menunggu pembaruan selesai, siapkan juga akses ke dashboard AdGuard Home dari laptop atau HP yang satu jaringan dengan STB. Kamu akan membuka wizard konfigurasi lewat browser, jadi pastikan perangkat tersebut terhubung ke WiFi yang sama.
AdGuard Home butuh port 53, yaitu port standar layanan DNS. Masalah klasik di banyak image Linux adalah port 53 sudah dipakai oleh systemd-resolved, layanan resolver bawaan sistem. Kalau port ini tidak dibebaskan, AdGuard Home akan gagal start dengan pesan address already in use. Cek dulu siapa yang memakai port 53 dengan perintah:
ss -tulpn | grep ":53 "
Kalau hasilnya kosong, berarti port 53 bebas dan kamu bisa langsung lanjut ke langkah instalasi. Kalau hasilnya menunjukkan systemd-resolve, nonaktifkan stub listener-nya dengan perintah berikut:
sudo mkdir -p /etc/systemd/resolved.conf.d
echo -e "[Resolve]\nDNSStubListener=no" | sudo tee /etc/systemd/resolved.conf.d/adguard.conf
sudo systemctl restart systemd-resolved
Setelah itu, pastikan file /etc/resolv.conf di STB tidak lagi mengarah ke 127.0.0.53 agar STB itu sendiri tetap bisa resolving nama domain. Isi dengan DNS publik sementara, misalnya 1.1.1.1, lalu uji dengan ping -c 2 google.com. Langkah kecil ini sering dilewati, padahal inilah penyebab instalasi AdGuard Home yang paling sering gagal di STB Armbian.
AdGuard menyediakan script instalasi resmi yang otomatis mengunduh binary yang sesuai arsitektur perangkat, termasuk ARM64 yang dipakai STB Armbian, lalu mendaftarkannya sebagai service systemd. Jalankan perintah berikut di terminal STB:
curl -s -S -L https://raw.githubusercontent.com/AdguardTeam/AdGuardHome/master/scripts/install.sh | sh -s -- -v
Script ini akan menaruh AdGuard Home di /opt/AdGuardHome dan membuat service AdGuardHome yang berjalan otomatis setiap STB menyala. Tunggu sampai prosesnya selesai, lalu periksa status servicenya:
sudo systemctl status AdGuardHome --no-pager
Kalau statusnya aktif, instalasi berhasil. Kalau service gagal start, baca pesan errornya, biasanya masalahnya kembali ke port 53 yang masih dipakai layanan lain, atau port 3000 yang bentrok. Perbaiki penyebabnya, lalu jalankan sudo systemctl restart AdGuardHome. Jangan lanjut ke wizard sebelum service benar-benar aktif, karena wizard hanya muncul bila AdGuard Home sudah berjalan.
Buka browser di perangkat yang satu jaringan, lalu kunjungi alamat http://IP-STB:3000, misalnya http://192.168.1.50:3000. Wizard akan memandu kamu dalam lima langkah singkat. Pada halaman pertama, biarkan pengaturan interface apa adanya, yaitu semua interface, agar AdGuard Home bisa dijangkau dari jaringan rumah.
Pada halaman berikutnya, atur port admin web interface dan port server DNS. Port admin biarkan 3000 untuk tahap awal, sedangkan server DNS harus di port 53. Selanjutnya buat username dan password admin yang kuat, karena dashboard ini nantinya menampilkan seluruh aktivitas DNS rumah kamu. Setelah wizard selesai, kamu akan diarahkan ke halaman login dashboard AdGuard Home.
Catat baik-baik username dan password ini, dan jangan memakai password yang sama dengan password SSH STB. Dashboard AdGuard Home sebaiknya hanya bisa diakses dari jaringan lokal, bukan dibuka ke internet. Kalau suatu hari kamu perlu mengaksesnya dari luar rumah, gunakan VPN seperti Tailscale, bukan port forwarding langsung ke STB.
Setelah login, masuk ke menu Settings, lalu DNS settings. Di sini kamu menentukan upstream DNS, yaitu server DNS yang ditanya AdGuard Home setelah menyaring permintaan. Untuk awal, pakai upstream yang cepat dan terpercaya seperti Cloudflare 1.1.1.1 atau Quad9 9.9.9.9. Kamu juga bisa mengaktifkan DNS terenkripsi seperti DoH atau DoT di halaman yang sama, fitur yang menurut WunderTech pada 2026 menjadi keunggulan AdGuard Home dibanding Pi-hole yang butuh komponen tambahan.
Selanjutnya buka menu Filters, lalu DNS blocklists. AdGuard Home sudah mengaktifkan beberapa filter DNS bawaan, dan kamu bisa menambah daftar populer seperti AdGuard DNS filter dan filter malware. Filter DNS ini bekerja sebelum perangkat sempat mengunduh iklan, sehingga bebannya jauh lebih ringan dibanding ekstensi browser. Jangan serakah menambah puluhan blocklist sekaligus, karena tiap daftar menambah beban STB dan risiko salah blokir situs yang sebenarnya kamu butuhkan. Mulai dari bawaan dulu, amati seminggu, baru tambah bila perlu.
Aktifkan juga fitur yang paling terasa manfaatnya di rumah, yaitu parental control dan SafeSearch untuk perangkat anak, serta pemblokiran layanan tertentu per perangkat. Misalnya, kamu bisa membatasi aplikasi media sosial di HP anak pada jam belajar, sementara perangkat orang dewasa tetap bebas. Inilah keunggulan AdGuard Home untuk homelab keluarga, aturannya bisa beda-beda per perangkat tanpa repot.
AdGuard Home baru bekerja untuk seluruh rumah setelah router mengarahkan semua perangkat ke STB sebagai server DNS. Buka halaman admin router, biasanya di 192.168.1.1, cari menu DHCP atau DNS, lalu isi Primary DNS dengan IP STB Armbian kamu, misalnya 192.168.1.50. Kosongkan atau isi Secondary DNS dengan IP yang sama, jangan campur dengan DNS publik, karena perangkat yang memakai secondary DNS publik akan lolos dari filter.
Simpan pengaturan router, lalu restart WiFi di perangkat atau tunggu sampai lease DHCP lama habis agar perangkat mendapat DNS baru. Alternatifnya, kalau kamu tidak ingin mengubah router, atur DNS secara manual per perangkat, misalnya di pengaturan WiFi HP atau di adapter jaringan laptop. Cara ini cocok untuk uji coba, tapi cara router tetap yang paling praktis karena berlaku otomatis untuk perangkat baru yang bergabung ke jaringan.
Sebagai pengaman, pastikan router tidak ikut membagikan DNS dari ISP lewat DHCP. Beberapa router menambahkan DNS ISP secara otomatis, dan itu bisa membuat filter AdGuard Home terlewati diam-diam. Kalau menu router kamu membingungkan, dokumentasikan dulu pengaturan awalnya sebelum diubah, supaya mudah dikembalikan bila terjadi masalah.
Pengujian paling cepat adalah membuka situs yang biasanya penuh iklan dari HP yang sudah memakai DNS STB, lalu bandingkan tampilannya sebelum dan sesudah filter aktif. Kalau iklan banner dan pop-up hilang, filter bekerja. Untuk uji yang lebih teknis, jalankan perintah berikut dari laptop:
nslookup doubleclick.net
dig ads.example.com
Domain iklan yang terblokir akan dijawab dengan alamat 0.0.0.0 atau NXDOMAIN, tergantung pengaturan AdGuard Home. Sebagai DNS server, AdGuard Home menjawab query yang terblokir itu sendiri tanpa meneruskannya ke upstream, sehingga iklan tidak pernah diunduh perangkat. Setelah itu buka menu Query Log di dashboard. Di sana kamu bisa melihat domain apa saja yang diminta tiap perangkat, mana yang diblokir, dan mana yang diizinkan. Query log ini juga alat diagnosa terbaik saat ada situs yang tiba-tiba tidak bisa dibuka, kamu tinggal cari domainnya di log, lalu izinkan secara manual lewat custom filtering rules.
Perhatikan persentase blokir di dashboard selama beberapa hari pertama. Pada jaringan rumah tangga pada umumnya, angka 15 sampai 30 persen dari total query yang terblokir itu wajar, karena sebagian besarnya adalah tracker dan iklan. Kalau angkanya mendekati nol, kemungkinan perangkat masih memakai DNS lain. Kalau ada aplikasi yang error, jangan panik, tambahkan domainnya ke allowlist dan amati lagi.
Server rumahan ini harus dirawat seperti server lainnya. Pertama, jangan pernah membuka port 53 STB ke internet, karena DNS resolver terbuka akan disalahgunakan untuk serangan amplifikasi DNS dalam hitungan jam. DNS server di STB Armbian ini hanya untuk jaringan lokal, titik. Kedua, perbarui AdGuard Home secara berkala lewat tombol update di dashboard atau dengan menjalankan ulang script instalasi, dan perbarui juga sistem Armbian dengan apt upgrade sesekali.
Ketiga, cadangkan file konfigurasi AdGuardHome.yaml di /opt/AdGuardHome ke tempat aman, misalnya ke laptop atau ke layanan backup homelab kamu. Kalau STB rusak atau kartu memorinya korup, kamu bisa memulihkan seluruh aturan filter dalam hitungan menit tanpa menyusun ulang dari nol. Keempat, pantau kesehatan STB dengan memeriksa suhu dan pemakaian RAM sesekali, karena STB yang kepanasan akan lebih cepat merusak kartu memori.
Terakhir, gabungkan AdGuard Home dengan layanan homelab lain yang sudah kamu bangun di STB yang sama, misalnya CasaOS untuk manajemen aplikasi atau Portainer untuk kontainer Docker. Kombinasi ini membuat STB bekas benar-benar menjadi server rumahan serbaguna, bukan sekadar alat blokir iklan. Kalau kamu belum memasang dashboard aplikasi di STB, baca juga panduan install CasaOS di STB Armbian HG680P dan B860H yang sudah terbit di situs ini.
Pertanyaan ini hampir selalu muncul di forum homelab, dan jawabannya tergantung prioritas kamu. Pi-hole sudah sangat matang, komunitasnya besar, dan tampilannya kini jauh lebih modern sejak Pi-hole v6 yang rilis Februari 2025. Namun Pi-hole butuh komponen tambahan untuk DNS terenkripsi, dan aturan per perangkatnya lebih manual. AdGuard Home, sebaliknya, membawa DoH, DoT, dan DoQ bawaan, plus parental control dan pemblokiran layanan per perangkat langsung dari dashboard.
Untuk STB Armbian, penulis merekomendasikan AdGuard Home karena instalasinya satu binary, hemat RAM, dan perawatannya minim. Sumber perbandingan WunderTech pada 2026 juga menyimpulkan hal yang sama untuk pemula, mulai dari AdGuard Home karena lebih sedikit komponen yang bisa rusak. Kalau kamu sudah nyaman dengan Pi-hole dan tidak butuh DNS terenkripsi bawaan, Pi-hole tetap pilihan yang sah. Yang penting, pilih satu dan jalankan dengan konsisten, bukan memasang keduanya di port yang sama.
Tidak, justru sering terasa lebih cepat karena iklan dan tracker tidak perlu diunduh. Query DNS lokal hanya butuh hitungan milidetik, dan AdGuard Home menyimpan cache untuk domain yang sering diakses. Kalau internet terasa lambat setelah instalasi, periksa dulu apakah STB memakai koneksi WiFi yang tidak stabil, karena itu penyebab yang jauh lebih umum.
Ya, karena seluruh rumah bergantung pada STB sebagai server DNS. Kalau STB mati, perangkat tidak bisa resolving nama domain dan internet terasa putus meski WiFi masih tersambung. Karena itu pasang STB di tempat yang berventilasi baik, pakai adaptor orisinal, dan pertimbangkan UPS kecil bila daerah kamu sering mati listrik.
Sebagian besar tidak. Iklan YouTube disajikan dari domain yang sama dengan videonya, sehingga filter DNS tidak bisa membedakan iklan dan konten. AdGuard Home tetap memblokir iklan banner, pop-up, dan tracker di sebagian besar situs dan aplikasi, tapi untuk YouTube kamu tetap butuh pemblokir di level browser atau aplikasi.
Tidak disarankan. Dashboard menampilkan seluruh riwayat DNS rumah kamu dan bisa diubah siapa pun yang berhasil login. Batasi akses dashboard hanya dari jaringan lokal, pakai password yang kuat, dan gunakan VPN bila memang perlu mengakses dari luar rumah.
Memasang AdGuard Home STB Armbian adalah salah satu proyek homelab dengan hasil paling terasa sehari-hari, iklan berkurang di semua perangkat, tracker terhambat, termasuk parental control untuk perangkat anak, dan kamu bisa melihat sendiri ke mana saja perangkat rumah kamu terhubung. Modalnya hanya STB bekas HG680P atau B860H yang sudah terpasang Armbian dan diubah menjadi server rumahan, satu alamat IP tetap, dan sekitar setengah jam waktu instalasi. Dengan dirilisnya AdGuard Home v1.0 beta pada 2 Oktober 2026, menurut situs resmi AdGuard, tidak ada waktu yang lebih pas untuk memulai.
Setelah filter berjalan stabil seminggu, langkah berikutnya yang layak kamu coba adalah menambahkan pemantauan uptime untuk STB dan menggabungkan AdGuard Home dengan dashboard homelab lain di perangkat yang sama. Selamat mencoba, dan bagikan pengalaman kamu di kolom komentar, blocklist apa yang paling efektif di jaringan rumah kamu?
Sumber data: situs resmi AdGuard tentang AdGuard Home dan pengumuman AdGuard Home v1.0 beta 2 Oktober 2026 di adguard.com, serta perbandingan AdGuard Home vs Pi-hole 2026 dari WunderTech. Panduan instalasi mengacu pada script resmi AdGuard Home dan dokumentasi instalasinya.